Eduwisata Tebu Nagari Lawang
Pelajari tradisi pembuatan gula saka legendaris langsung dari petani lokal Matur yang diwariskan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu.
Dari Hulu ke Hilir
Setiap tetes manis dari Gula Saka Lawang menyimpan cerita dedikasi kerja keras yang melewati empat proses utama berikut.
1. Sejarah Tebu Lawang
Tebu merah khas Matur telah dibudidayakan sejak abad ke-18 dan menjadi pilar ketahanan ekonomi adat masyarakat Nagari Lawang.
2. Proses Budidaya
Tebu tumbuh subur di lereng gunung api berkat tanah vulkanik yang kaya unsur hara dan dirawat murni tanpa pestisida kimia.
3. Masa Panen Raya
Setelah 10-12 bulan, tebu dipotong manual menggunakan parang khusus untuk menjaga kesegaran kadar air manis di dalam seratnya.
4. Kilang Gula Saka
Batang tebu digiling secara tradisional ditarik oleh kerbau, lalu air niranya dimasak di atas kawah kayu bakar sampai mengental.